Tuesday, December 29, 2015

#CeritaBali Part 2 : Desa Wisata Penglipuran Dan Pantai Lebih



Halo hai Kawanii, tulisan ini jadi tulisan penutup dari serangkaian cerita tentang liburan singkat ke Bali beberapa waktu lalu. Pun sekaligus jadi tulisan penutup di blog ini, sebelum tahun 2015 beranjak, yang tinggal menghitung hari aja.

Hari terakhir liburan di Bali agenda kita adalah main-main ke Desa Wisata Penglipuran, yang berlokasi di kabupaten Bangli. Katanya, perjalanan kali ini bisa memakan waktu 2 sampai 3 jam, wah, lumayanlah ya bisa tidur dulu sebentar.


Tapi, ditengah perjalanan, tiba-tiba aja Mas Ari ngajakin makan baso. Karena pas lagi kena macet, secara gak sengaja Mas Ari liat plang baso ini. Nama tempat makannya ini juga terbilang cukup unik, namanya BUKA BAJU alias Gubuk Makan Baso Keju. Wohoo, cukup unik kan namanya?

Setelah memastikan kalau tempat ini gak menjual baso dari daging babi, kami pun langsung sibuk pilih-pilih mau pesan baso yang mana. Soalnya, selain baso kuah tempat ini jual baso bakar juga. Aku sih pingin nyoba juga baso bakarnya, tapi siang panas-panas gini, kebayangnya lebih enak kalau makan yang berkuah-kuah pedas gitu deh. Jadilah aku pesan baso keju yang berkuah.

Satu porsi berisi 5 baso dengan sedikit tambahan mie. Rasa kuahnya sendiri lumayan enak, dan untuk basonya, so far so good-lah. Baru kali ini deh kayanya nyobain makan baso yang isinya lelehan keju, suka.. suka.. sukaaa.

Tuntas menghabiskan satu porsi baju keju, ternyata aku sama Mbak Nunik kepikiran hal yang sama, kegoda baso bakarnya. Alhasil, kita pesan lagi satu porsi baso bakar buat dimakan ramean, dan rasanya pun cukup memuaskan. Ohiya, kita juga sempat pesan ice creamnya buat makanan penutup, enak juga sih. Ahhh, apa atuhlah yang ngga enak buat aku mah hahaha.

Selesai makan baso, kita pun langsung melanjutkan perjalanan, biar bisa cepat-cepat sampai di Desa Penglipuran. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi pemandangan yang asri banget, pemandangan khas-khas pedesaan gitu deh.

Buat aku yang tinggal di desa, pemandangan kaya gitu sebetulnya pemandangan yang biasa banget. Jadi, main ke daerah pedesaan tuh ya kaya lagi main deket-deket rumah aja. Toh, jalanan sama suasananya kan emang setipe :v

Kurang lebih dua jam, akhirnya kita sampai juga di gerbang depan Desa Penglipuran ini dan kita cukup membayar 15.000 aja per orang. Desa Wisata Penglipuran ini merupakan desa adat di Bali, yang keseluruh bangunan rumah di sini memiliki bentuk yang sama.

Desa Wisata Penglipuran

Hal ini yang menjadi daya tarik para wisatawan buat berkunjung ke tempat ini. Beberapa rumah warga juga ada yang diperbolehkan dimasuki oleh wisatawan. Di dalam itu, ada  penjual oleh-oleh dan ada juga yang menjual minuman khas dari desa penglipuan ini.

Di ujung jalan, ada sebuah Pura besar yang berdiri kokoh, dari sini kami masih terus berjalan ke arah samping kiri Pura. Kami menuju Bamboo Forest, yang ngga lain adalah hutan bambu. Lagi-lagi, aku ngga aneh sih ketemu hutan bambu ini, soalnya di sebelah rumah juga ada pohon bambu mah :s Tapi, asli deh buat photo hunting sih ini tempat kereeen banget!

Desa Wisata Penglipuran

Desa Wisata Penglipuran

Desa Wisata Penglipuran

Puas foto-foto kita pun berniat menyudahi petualangan hari ini, mengingat perjalanan dari Desa Penglipuran ke Bandara juga memakan waktu yang ngga sebentar. Padahal, masih ada satu bagian lagi dari desa ini yang belum sempat kita eksplore. Tapi kita cukupkan aja deh, dari pada telat sampai bandara, kan repot juga.

Sebelum ke Bandara, kita mampir sebentar ke Pantai Lebih. Makan siang yang kesorean di pinggir pantai dengan menu serba ikan, ikan bakar, sop kepala ikan dan ada yang menarik, namanya 'nyat-nyat' telur ikan. Aku gak tahu itu dibumbu apa, tapi menurut aku rasa kuahnya agak mirip-mirip soto gitu kalau di Bogor.

Selesai makan, aku pun 'gatel' kepingin main ke pantainya. Pantai Lebih ini bedaaa banget sama Pantai Padang-Padang yang sehari sebelumnya aku datangin. Pantai Lebih ini lebih mirip Pelabuhan Ratu, soalnya ombaknya besar banget. Cuma, kalau Pelabuhan Ratu pasirnya putih, di Pantai Lebih pasirnya hitam pekat gitu.

Pantai Lebih

Pantai Lebih
Suka bangeet liat awan beraraknya ^__^
Dan gak salah lagi, gegara Pantai Lebih ini aku jadi kangeeen banget sama Pelabuhan Ratu. Yang setelah diingat-ingat, udah bertahun-tahun juga aku gak pernah ke sana lagi. Padahal, dulu sih lumayan sering malah sempet ngerasa bosen. Tapi, ternyata yaa lama-lama mah kangenin juga itu Pelabuhan Ratu.

Pantai Lebih ini lokasinya ada di kawasan Gianyar, jadi cuma butuh waktu sekitar setengah jam aja buat sampai di Bandara. Sebelum masuk, kita pun pamitan sama Om Arman, xriders Bali yang udah 2 hari itu nemenin kita keliling-keliling Bali.

Dari Ngurah Rai, pesawat kita terbang sekitar jam setengah 9 dan sampai di Soetta sekitar jam setengah 10. Di bandara, kita berempat pisah, aku pun langsung naik damri ke Bogor. Dan sampai Bogor sekitar jam setengah 12, untungnya Aa mau jemput. Jadi, bisa pulang ke Ciapus dengan nyaman ^^

Perjalanan singkat 2 hari ke Bali bener-bener jadi pengalaman tak terlupakan bangeeet...


Tunggu cerita JalanJalan aku yang selanjutnya yaa Kawanii, kira-kira semesta bakal bawa aku ke mana lagi yaaa? :D

6 comments:

  1. ah jadi pingin ke desa itu lagi

    ReplyDelete
  2. foto yang kedua itu kaya di film perahu kertas yak?

    ReplyDelete
  3. Asyiknyaaa jalan-jalan. Kapan nih kita kesana bareng?

    ReplyDelete
  4. Haduh, untung Mas Ari cuma ngajakin makan bakso, bukan ngajakin nikah, hampir minum es kelapa muda rasa baygon saya.

    Nah kayaknya sekarang kejar deadline postingannya udah the end, sekarang udah bisa jalan-jalan ke blog temen dong yaa... *nyengir*

    ReplyDelete
  5. bali emang asik banget! wisatanya.. alamnya.. corak patungnya :")

    ReplyDelete
  6. Wah asyik yaw kak. Kapan yaw bisa kesini? :-) iyaw kak, beli bakso kudu pilih - pilih kalau di Bali, ntar ndak malah bisa - bisa daging babi yang kita pilih. Btw berarti menurut mbak Novariany Pantai Lebih mirip seperti Pantai Labuhan Ratu yaw? hehe. Salam kenal kak

    ReplyDelete