Thursday, November 10, 2016

Social Shopping Lebih Aman Dan Praktis Berkat UANGKU

Blogger Gathering UANGKU

Halo hai Kawanii, ada yang pernah tahu istilah social shopping? Kalau aku, jujur aja baru tahu istilah ini pas ikut acara Blogger Gathering UANGKU bareng Blogger Perempuan Network, Sabtu, 29 Oktober 2016 lalu.

Bertempat di meeting room Artotel Jakarta, aku dan sekitar 30an member BP diajak ngobrol santai seputaran social shopping sama Mbak Fanny Verona, Marketing Director Global Pay Indonesia. Juga ada sharing session dari Mba Oline, seorang blogger yang kasih cerita soal pengalaman sebagai pembeli plus penjual. Kok bisa? Ya bisa dong, wong Mbak Oline ini selain suka belanja, juga punya online shop sendiri, kereeen khaan? :D



Ngomongin soal belanja online, aku jadi pengin ikutan sharing juga nih soal pengalaman aku ber-online shopping. Walaupun, kalau aku sih yaaa gak sering-sering banget sih belanja online gitu. Aslinya aku emang gak terlalu doyan belanja sik, benar-benar beli kalau benar-benar butuh. Ssst, ini bukan pencitraan lho, ini prinsip :p

Tapi yang pasti, buat belanja via online, aku selalu mengutamakan belanja via e-commerce, karena merasa lebih aman buat transaksinya. Berbeda sama social shopping, yang ternyata setelah dijelasin Mbak Fanny aku jadi ngerti maksudnya, social shopping itu adalah belanja online juga, cuma ini lewat media sosial kaya Facebook, Instagram, Line atau via chat kaya BBM sama Whatsapp.


Hmm, kalau yang dimaksud social shopping, kayanya sih aku malah baru sekali-dua kali doang pernahnya. Itupun, aku belanja di 'toko' yang emang 'aku udah tahu', baik tahu barang maupun penjualnya secara pasti.

Misal nih, kaya waktu beli hammock, aku belinya via Line tapi itupun karena, ada teman yang udah pernah beli dari penjual itu, pun aku sendiri juga udah pernah lihat dan pegang langsung barang yang dia jual kaya apa. Atau, kaya belanja beauty stuff di Forever Young Lady, aku yakin itu trusted seller karena owner-nya aku kenal, muehehe.

Jadi, aku emang gak pernah berani kalau harus social shopping di 'toko' yang menurut aku masih 'abu-abu'. Lebih lagi, aku mah anaknya gak percayaan, sekelas baca-baca testimoni belum cukup buat bikin aku yakin. Parahnya sih, kalau tokonya itu berbentuk website, meskipun udah ada kejelasan kalau itu website terpercaya. Aku bakal tetap lari ke e-commerce, biasanya online shop selain jualan di web juga bakal buka toko di e-commerce kan? Kalau nemu, aku bakal lebih milih transaksi via e-commerce *insecure luar biasaaa :v


Kalau belanja online langsung ke penjual yang kita kenal, itu udah pasti aman. Tapi, tetap aja ada celah resiko juga. Kaya pengalaman aku waktu beli hammock via Line, sempat ada sedikit miss soal payment. Jadi, waktu itu aku transfer pakai m-banking, setelah berhasil aku kirim screenshot notifikasinya. Dia (baca:penjual) oke-oke aja mungkin karena percaya plus ada bukti pembayaran juga kan. Aku sih mikirnya, berarti dia udah cek.

Ternyata, dia itu baru cek besoknya, setelah barangnya udah proses kirim. Dan lalu, dia chat lagi "Teh, kok transferannya belum masuk ya?" DEG. Duh kok bisa ya? Sebagai pembeli, aku tuh gak enak juga, takutnya dia ngira aku bohong apa gimana -__-

Udah bolak balik cek mutasi, gak ada laporan transaksinya yang gagal, keukeuh aja tulisannya udah berhasil. Tapi penjualnya juga bolak balik cek mutasi rekening dia, dan memang gak ada. Dan karena itu udah malem, aku cuma bisa bilang, "tunggu besok ya kang, kalau belum masuk juga, nanti saya tanya langsung ke bank". Dan gak berapa lama, Alhamdulillah, penjualnya ngabarin kalau transferannya baru masuk. Sampai sekarang, aku masih gak ngerti kenapa bisa begitu, padahal transfer antar bank yang sama lho, yang selama ini biasanya sih masuk-masuk aja gak pake ada acara 'nyangkut' gitu. Huft.

Dari kejadian itu, aku jadi meng-iyakan waktu Mbak Fanny bilang, social shopping itu resiko penipuannya masih cukup tinggi, plus tahapannya juga masih belum praktis, baik dari segi penjual ataupun pembeli.


Misal nih dari segi pembeli, bisa aja kan barangnya gak sesuai, cacat atau parahnya barang gak dikirim, kita mau komplain sama siapa? Belum lagi, abis transfer kita juga harus langsung konfirmasi pembayaran dengan kirim bukti bayar. Masih ditambah dengan, nunggu-nunggu kapan penjual bakal kirim no resi sebagai bukti pengiriman.

Buat penjual juga ada resiko tertipu, beberapa kasus, ada pembeli yang kirim bukti transfer palsu atau editan. Penjual juga harus ngecek pembayarannya itu udah masuk atau belum, kalau sehari ngeladenin banyak transaksi, bisa repot juga yah. Belum lagi, harus packing dan infoin satu-satu no resi pengiriman ke pembeli. *fiuhhh


Nah, melihat kurangnya keamanan dan kepraktisan yang ada, UANGKU hadir dan bawa fitur yang bisa menghapus segala keresahan dalam ber-social shopping. Sekilas Mbak Fanny kasih penjelasan lebih dulu soal, apa sih UANGKU ini? Jadi, UANGKU itu semacam mobile wallet berbasis aplikasi smartphone kepunyaannya PT Smartfren Telekom Tbk.

Well, aplikasi berjenis 'dompet elektronik' ini emang udah mulai banyak bermunculan. Karena, untuk mendukung program pemerintah juga kan dalam hal mengurangi penggunaan uang tunai atau cashless. Bedanya, tentu ada pada fitur-fiturnya.

UANGKU sendiri punya fitur yang dimiliki mobile wallet lainnya, seperti, bisa buat bayar tagihan telepon, beli pulsa, bayar atau beli token listrik, bayar internet dan Tv cable, bayar air, bayar asuransi sampai beli Games Credits juga bisa.



Buat belanja di merchant-merchant offline yang udah sedian fitur bayar pakai UANGKU. Cara bayarnya juga mudah banget! Yaitu dengan cara scan QR code yang ada di struk pembayaran pakai smartphone. Selesai deh. Fitur ini bernama, Pay By QR. Di aplikasinya juga ada deret merchant yang punya promo diskon buat pembayaran oakai UANGKU ini.


Nah, yang bikin beda UANGKU sama aplikasi sejenis adalah, UANGKU punya fitur Shopping Payment Request, fitur ini yang akan membuat orang-orang macam aku, yang cemen banget dalam hal ber-social shopping karena takut ditipu atau apalah, bakal ngerasa aman buat social shopping. Kenapa?

Karena, kalau kita belanja di online shop yang menyediakan fitur pembayaran pakai UANGKU, uang yang kita (baca:pembeli) transfer bakal di-keep di system-nya UANGKU terlebih dulu, sampai transaksi dinyatakan berhasil, baru deh uang akan masuk ke penjual. Kalau gini, udah pasti jauh lebih amankan? Gak perlu takut barangnya gak dikirim. Pun kita juga gak perlu khawatir dengan online shop yang udah join di UANGKU, gak sembarang online shop bisa join di UANGKU, ada proses verifikasinya lho.

Sementara, keuntungan buat penjual yang udah join sama UANGKU, pertama sih, udah pasti gak akan ngalamin yang namanya dapat kiriman bukti pembayaran palsu, kedua gak perlu repot konfirmasi no resi pengiriman ke pembeli karena dengan fitur auto-confirmation, pas barang udah dikirim, secara otomatis pembeli bakal dapat notifikasinya juga. Lebih praktis dan hemat waku pastinya ya.


Gimana? Teman-teman tertarik buat coba aplikasi UANGKU? Kalau mau coba, caranya gampang banget lho. Tinggal download aja aplikasi UANGKU di Playstore atau Appstore. Terus, tinggal daftar aja pakai nomor HP, ibaratnya nih no HP itu jadi kaya no rekening kita gitu. Buat keamanannya, aplikasi ini juga pakai PIN, miriplah kaya transaksi atm gitu kan.

Buat Top-Up saldo, pilihannya juga ada dua, bisa via transfer atau pun cash. Kalau transfer (ATM, m-banking, e-banking), bisa kaya transfer biasa aja. Kode banknya itu 153(kode Bank Sinarmas), buat nomer rekeningnya pakai kode 8881+No HP yang didaftarin itu. Kalau cash, bisa langusng ke galeri smartfren atau ke Alfamart dan Alfaexpress terdekat

Tapi, tentu, buat top up saldo UANGKU ada batasannya, maksimal Rp 1.000.000 saja. Kalau mau lebih, harus upgrade dulu ke premium, proses upgrade-nya cuma perlu melampirkan kartu identitas aja sih. Kalau udah di-upgrade, batas maksimal saldonya bisa sampai sekitar Rp 10.000.000! *wohooo

Dan sebetulnya, kalau cuma buat belanja, UANGKU gak maksa lho kita harus punya aplikasinya. Yang wajib punya itu, yaaa tentu penjualnya. Kalau pembeli sih, belum install juga, bisa dapat notifikasi pembayaran via sms, terus tinggal bayar deh di Alfamart. Tapi, pastinya kalau udah install bisa lebih memudahkan juga, kan jadi gak perlu jalan ke Alfa, tinggal tap-tap aja, kelaaar.

Next, UANGKU juga bakal bikin list online shop mana aja yang udah gabung sama UANGKU. Jadi bakal lebih memudahkan kita lagi, buat 'berburu' online shop yang aman. Bergembiralah haay para pecinta social shopping ~~



Buat info lebih banyak soal aplikasi ini, teman-teman bisa cek di website www.uangku.co.id atau ikutin sosial medianya UANGKU di Facebook UANGKU Indonesia | Twitter @UANGKUID | Instagram @UANGKUID | Line @UANGKUID 

1 comment:

  1. Kalo belanja rekomen teman atau sudah pernah lihat barangnya sendiri kayaknya lebih aman ya...g takut barang jelek

    ReplyDelete