Thursday, November 24, 2016

Premier Drama Musikal Khatulistiwa

Premier Drama Musikal Khatulistiwa

Halo Hai Kawani, dari awal hadir di acara press conference Drama Musikal Khatulistiwa sampai dapat kesempatan buat menyaksikan langsung sis latihan dan sedikit mengintip dibalik layar drama musikal ini. Aku sama Ka Melly, udah niat banget mau nonton drama ini di 19 atau 20 November kemarin. "Gak apa deh, beli tiket yang paling murah juga, yang penting nonton!" gitu kurang lebih percakapan kami, waktu kita ketemu sekitar satu minggu sebelumnya.

Sampai akhirnya, kabar gembira itu datang! LAGI. Aku dapat undangan untuk menghadiri premier Drama Musikal Khatulistiwa Jejak Langkah Negeriku. Bukan cuma aku tentunya, Ka Mel dan beberapa teman blogger lain juga turut diundang. Dan undangan ini kami dapat dari Sun Life Indonesia.
Teman-teman, pasti udah gak asing dong ya sama perusahaan asuransi yang satu ini? Yup! Sun LifeFinancial Indonesia, sebuah perusahaan asuransi yang berdiri sejak tahun 1995, dan punya berbagai macam pilihan produk asuransi yang lengkap. Dari mulai produk asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan, perencanaan hari tua sampai jenis produk untuk proteksi dan pengelolaan harta kekayaan.

Dan kali ini, Sun Life Indonesia, ambil peran untuk mendukung penuh inisiatif sosial yang bertujuan untuk kembali mengobarkan kecintaan pada sejarah Bangsa melalui Drama Musikal Khatulistiwa.

Premier Drama Musikal Khatulistiwa

Selain mengundang blogger untuk publikasi, selama bulan Oktober - November, Sun Life Indonesia juga menggelar lomba vlog bertajuk #AksiDariHati dengan hadiah utama itu sebuah Action Cam. Dalam lomba ini, setiap peserta diminta untuk menceritakan hal apa yang sudah kita lakukan untuk orang terdekat atau lingkungan sekitar, yang membuat kita layak disebut sebagai Pahlawan.

Setelah ikut lomba ini, aku jadi ngerti kalau untuk bisa jadi Pahlawan itu gak melulu harus dengan cara melakukan hal yang WOW atau bahkan angkat senjata melawan penjajah. Menjadi Pahlawan itu bisa banget dilakuin dengan hal-hal sederhana, yang membuat orang-orang yang ada di sekitar kita merasa terbantu. Intinya mah, belajar jadi yang bermanfaat buat orang lain, yes?

Tapi sekarang, lomba vlog-nya udah berakhir. Di acara Premier Drama Musikal Khatulistiwa, Jumat, 18 November 2016 lalu, bertempat di Teatre Jakarta Taman Ismail Marzuki, sebelum show perdana dimulai, ada sesi penyerahan hadiah untuk pemenang utama lomba vlog #AksiDariHati terlebih dulu. Dari dua pemenang utama, salah satu yang berhak bawa pulang action cam adalah Mbak Donna! Asyiiik, sesekali kalau jalan bareng bisa numpang narsisan pake action cam-nya! Muehehehe.

penyerahan hadiah oleh Mas Fabi @SunLife_ID 
Premier Drama Musikal Khatulistiwa
sesi foto bersama sebelum nonton
Selesai sesi penyerahan hadiah, kita pun langsung dipersilakan untuk memasuki ruang pertunjukkan. Yash! Pengalaman pertama nih buat aku nonton drama musikal gini. Diawali dengan sedikit kata sambutan dari Ibu Tiara Josodirdjo. Lalu ada teh Sita Nursanti ‘RSD’ yang menyanyikan lagu wajib Tanah Airku sebagai pembuka. Lalu, lampu mulai dipadamkan secara keseluruhan, pertanda dramanya dimulai.

Drama diawali dengan cerita sejarah pertama kalinya kapal Belanda sampai di Indonesia, dan dimulailah zaman penjajahan VOC. Drama musikal berdurasi kurang lebih 3 setengah jam ini, dimainkan dengan sangaaat apik oleh para pemainnya, visual effect, tata panggung dan musik pengiringnya juga kereeen luar biasa. Perpindahan dari satu scene ke scene yang lain berjalan cukup mulus.

Hasil kerja keras para talent yang giat berlatih berbulan-bulan juga terlihat nyata karena semua dialog juga nyanyian, dilakukan secara live bukan dubbing. Awalnya aku pikir ini pada dubbing, karena pernah sik ikut drama musikal dan buat suaranya emang dubbing. Yang kemarin tuh ternyata engga! Wooh, standing applause deh, stamina para talent dan semua pihak yang ada di belakang layar, luar biasaaa dan patut diacungi jempol.

Seperti yang pernah aku bahas di post sebelumnya, drama musikal ini dituturkan dengan sudut pandang seorang Ayah yang bercerita tentang sejarah para pahlawan sepanjang perjalanan saat mengajak anak-anaknya pergi berkemah.

Premier Drama Musikal Khatulistiwa

Dari mulai cerita tentang rakyat Indonesia yang dipaksa kerja rodi membuat jalan raya untuk mempermudah penjajah dalam hal mengangkut rempah-rempah. Saat itu, pembangunan jalan terjadi di wilayah Sumedang, dan mengorbankan ribuan jiwa rakyat Indonesia. Pangeran Cornel sebagai bupati Sumedang merasa tak terima rakyatnya diperlakukan semena-mena, ia pun melakukan perlawanan dengan gagah berani. Karena keberaniannya itu dan untuk mengenang jasa beliau, kini jalan raya itu diberi nama Cadas Pangeran.

Lalu cerita pun berlanjut ke cerita para pahlawan di berbagai daerah. Diantaranya, cerita perjuangan Cut Nyak Dhien dari Aceh, yang gigih melawan Belanda bersama pasukan kecilnya, yang diantaranya ada putri beliau bernama Cut Gambang yang juga ikut berperang. Ada scene saat penangkapan Cut Nyak Dhien oleh Belanda, yang diawali rasa iba dari pengikutnya Pang Laot sehingga ia memberitahu keberadaan Cut Nyak ke Belanda.


Efek dramatis amat terasa saat ada tirai yang diturunkan dan membuat efek hujan yang terlihat nyata. Di sisi lain, kami para penonton dibuat pilu karena, Cut Gambang harus merelakan Ibundanya dibawa Belanda sementara ia harus pergi untuk meneruskan perjuangan sang Ibu. Hiks, dibagian ini sedih banget aku.

Kalau aku ceritain semua, pastinya gak akan cukup yah satu blog post ini. Singkatnya aja ya, ada cerita pahlawan dari Maluku, Cristina Martha Tiahahu, yang sudah berjuang dan penjadi pemimpin pasukan perang di usianya yang baru 17 tahun. Ada juga, cerita perjuangan Sisimangamangaraja 12 dari Sumatera, yang harus menyaksikan langsung putrinya tewas tertembak Belanda dalam pangkuannya. Ada juga, cerita Sultan Hassanudin dari Sulawesi, yang diceritakan sudah menjadi sosok pemberani sejak beliau masih kanak-kanak. Ada juga perjuangan I Ketut Jelantik dari Bali, yang dikenal dengan nama Patih Jelantik, yang gagah menentang saat Belanda memberi penawaran 'damai'.

Premier Drama Musikal Khatulistiwa

Memasuki tahun 1990, era perjuangan mulai memasuki era perjuangan intelektual. Ada Dewi Sartika, yang berjuang dengan cara mendirikan sekolah Kautamaan Isteri di Bandung. Yang mendidik kaum wanita, untuk bisa menjadi ibu rumah tangga yang pintar masak, bisa menjahit dan beberapa keterampilan lain yang dibutuhkan. Juga agar ibu rumah tangga juga tetap berani untuk meraih mimpi.

Selain itu, dikisahkan juga perjuangan H.O.S Tjokroaminoto dari Madiun, yang aktif mengobarkan semangat para pemuda, yang dari hasil pemikiran-pemikiran beliaulah muncul bermacam ideologi bangsa Indonesia.

Salah satu trilogi dari beliau yang sangat terkenal adalah, setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, dan sepintar-pintar siasat, yang menggambarkan 3 modal yang dibutuhkan para pejuang bangsa saat itu untuk meraih kemerdekaan. Selain itu, ada juga kisah perjuangan dari Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara, pelopor pendidikan bagi kaum pribumi di masa penjajahan Belanda, dan beliau juga mendirikan perguruan Taman Siswa. Beliau juga dinobatkan menjadi Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.

Premier Drama Musikal Khatulistiwa

Premier Drama Musikal Khatulistiwa

Drama Musikal masih berlanjut, sampai ke era penjajahan Jepang, lalu berlanjut ke detik-detik perundingan Sumpah Pemuda, dan detik-detik sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia sampai tiba saatnya diperdengarkan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan Ir Soekarno. Ditutup dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang tanpa dipandu, sontak seluruh penonton berdiri dan ikut serta menyanyikan lagu Indonesia. Ahhh, meleleh rasanya :")

Selain bermuatan sejarah, drama ini juga berisi edukasi sosial tentang pentingnya sebuah toleransi akan perbedaan, dan pentingnya saling menghargai sesama, yang dibawakan secara natural oleh peran anak-anak, yang dalam drama ini diceritakan sedang pergi berkemah bersama Ayahnya.

Premier Drama Musikal Khatulistiwa

Bersyukur banget rasanya dapat kesempatan untuk nonton Drama Musikal ini, banyaaak banget pelajaran yang bisa aku ambil setelahnya. Dan, semua cerita sejarah di atas terasa jadi pengetahuan baru, soalnya aku emang udah lupa banget pelajaran-pelajaran sejarah jaman sekolah dulu. Berharap banget, pesan-pesan sejarah dan nilai sosial di dalamnya bukan cuma bisa dirasain sama Aku atau teman-teman lain yang sudah menonton langsung Drama Musikal Khatulistiwa ini, tapi bisa dirasakan juga oleh banyak masyarakat, utamanya anak-anak yang jauh dari Ibu Kota atau tidak memungkinkan untuk menonton langsung.

Untuk hal ini, beruntungnya, Sun Life Indonesia dan beberapa pendukung lainnya, berinisiatif untuk mendokumentasikan pertunjukan Drama Musikal Khatulistiwa ini kedalam bentuk di DVD yang nantinya akan disebar ke sekitar 500an sekolah yang ada di Indonesia. Alhamdulillah yaaa, mudah-mudahan dengan cara ini akan semakin banyak anak Indonesia yang ikut terinspirasi untuk lebih peduli terhadap sesama, untuk tidak melupakan sejarah Bangsanya, dan tentu untuk bisa lebih mencintai Tanah Airnya.

Last but not least, salam hormat untuk seluruuuh pihak yang terlibat dalam pembuatan Drama Musikal Khatulistiwa ini, sungguh, kalian KEREEEENNNN!!! ~

Premier Drama Musikal Khatulistiwa

Premier Drama Musikal Khatulistiwa

Premier Drama Musikal Khatulistiwa
bareng Asinan Bloggers

7 comments:

  1. Kalau di Pontianak, Drama Musikal sering dipentaskan di Taman Budaya yang terletak di Jalan Ahmad Yani Pontinaak. Taman Budaya ini seperti "Taman Ismail Marzuki" nya Pontianak.

    ReplyDelete
  2. Raniiiii, suka deh liputannya lengkap. Emang bener ya, rugi kalau nggak nonton. Bayar sendiri aja bersedia, eh dapat pulak dari Sun Life. Bahagiaaaa. Thx Sun Life.

    ReplyDelete
  3. Emang kerennn bangetttt, sampe merinding nontonnya.

    ReplyDelete
  4. Waaa mau foto-foto yg lain juga :D

    ReplyDelete
  5. aku penasaran sama drama musikal yg satu ini. beberapa kali lihat drama musikan g pnh mengecewakan. tata panggung dan alurnya selalu membuat puas..

    ReplyDelete
  6. Saya pernah beberapa kali nonton drama musikal. Selalu keren. Jadi pengen nonton drama musikal lagi :)

    ReplyDelete
  7. Dari dulu kepengen bangeet nonton drama musikal gini, pastinya emang keren banget ya, moga kapan2 kesampean. Salam kenal mak :)

    ReplyDelete