2 Hari Penuh Kesan Di MI Ciherang Bareng KFP

Komunitas Filantropi Pendidikan

Halo hai kawanii, kalau di cerita sebelumnya, aku udah menyentil sedikit tentang kondisi minimnya sarana sanitasi di daerah Pandeglang. Kali ini aku mau cerita sedikit tentang kondisi sekolah yang menjadi tujuan kami datang ke sini, MI Ciherang, yang ada di Desa Ciherang, Cibaliung, Pandeglang-Banten. Selintas, gak ada yang aneh dari sekolah ini, cuma kalau dihitung jumlah kelas, kelas di sini emang terbilang lebih sedikit. Biasanya, satu sekolah itu kan punya 7 ruangan ya? 6 ruangan untuk kelas (dari kelas 1-6), satu lagi untuk ruang guru.

Nah, di MI Ciherang ini, aku cuma lihat ada 4 ruangan aja! 1 untuk ruang guru, dan sisanya? 3 ruang kelas, yang diisi untuk 2 kelas sekaligus! Ya memang sih, jumlah murid di sini per kelasnya ngga terlalu banyak, jadi mungkin masih efektif biarpun kelasnya digabung. Bagusnya sih, masih ada semacam perpustakaan kecil di selah-selah ruang guru, seenggaknya mereka masih bisa nemu "Jendela Dunia" di sana.

Trip Pandeglang Bareng Komunitas Filantropi Pendidikan



Komunitas Filantropi Pendidikan

Halo hai Kawanii, 4 hari menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-70 di bulan Agustus lalu, aku diajak seorang sahabat blogger buat ikut ‘jalan-jalan’ ke pelosok Pandeglang. "Kita berbagi sambil 17an sama adik-adik di sana", katanya. Sejenak aku mikir, kalau aku ikut, gimana ya acara 17an yang udah aku susun sama teman-teman rumah? Tapi, tahun lalu juga cuma jadi team hore doang kok dan yang gerak di lapangan udah cukup banyak. Apalagi, Ibu juga kasih izin buat pergi, jadi kenapa ngga sekali ini ngerasain 17an di tempat lain, iya kan?

Perjalanan kali ini, bukan acara dari komunitas blogger, bukan juga acara bareng teman-teman rider. Untuk pertama kalinya, aku mencoba masuk ke komunitas yang berkiblat ke pendidikan. Tersebutlah, Komunitas Filantropi Pendidikan (KFP), salah satu komunitas yang berdiri dibawah naungan Dompet Dhuafa (DD). Siapa aja teman-teman selama di sana dan gimana orang-orangnya, jelas aku gak tahu. Yang aku kenal cuma satu, yang ngajak aku ke acara ini aja tentunya.

Pengalaman Pertama Pilih Facial Wash


Dear Kawanii, udah lama nih gak nulis hal yang masuk kategori pengalaman pertama di blog ini. Nah, karena pernah kepikiran pingin nyobain nulis soal make-up dan perintilannya, jadi aku cobain nih nulis pengalaman pertama 'main-main' sama yang namanya facial wash atau sabun cuci muka.

Aku lupa sih, tepatnya kapan aku mulai kepikiran buat pakai facial wash. Kalau gak salah, pas waktu baru masuk SMA, tapi yang pasti waktu itu aku udah melewati masa peralihan dari anak-anak ke remaja *ciee remaja :v

5 Cara Untuk Ikut Mendukung Program GeMa CerMat

Cerdas Gunakan Obat

Hal hai Kawanii, hari Sabtu (14/11) lalu, aku dan beberapa rekanan blogger mendapat kesempatan untuk mengikuti talk show yang acaranya berbarengan dengan Pameran Pembangunan Kesehatan 2015. Bertempat di JIEXPO Kemayoran Hall C, talk show yang dimoderatori oleh founder KEB (Kumpulan Emak Blogger) Mak Mira Sahid ini, menghadirkan dua narasumber yaitu, Dr. Purnamawati, Sp.Ak (pendiri Yayasan Oeang tua Peduli (YOP) dan anggota komite pengendalian resistensi anti mikroba Kemenkes RI) serta Dra. Azizah Wati (Ketua umum pengurus daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan praktisi farmasi komunitas). Yang bikin talkshow ini menarik adalah, karena bahasannya ringan dan memang berhubungan dekat sama kehidupan sehari-hari, yaitu tentang masalah penggunaan obat-obatan.

Acara ini juga sekaligus memperkenalkan program baru dari Kementrian Kesehatan bagian Bina Farmasi dan Alat Kesehatan [Binfar Alkes], yang bernama GeMa CerMat atau Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat, yang salah satu fungsinya untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya menggunakan obat secara tepat dan benar.
Karena, obat itu ibarat madu dan racun, yang bisa menjadi madu atau penyembuh jika kita tepat menggunakannya, atau sebaliknya, bisa jadi racun kalau kita sembarangan mengkonsumsinya.

Beberapa Hal Yang Aku Pikirin Sebelum Beli Sepeda


Dear Kawanii, rasaya seneng banget yah kalau apa-apa yang jadi keinginan kita, bisa tercapai. Apalagi buat aku yang tiap kali mau beli sesuatu, mesti butuh waktu berpikir yang lumayan lama dan melewati berbagai macam pertimbangan *halah Aku tuh kan emang kaya gitu orangnya. Biasanya nih, tiap mau apa-apa, yang sifatnya cuma keinginan doang bukan kebutuhan, aku gak akan langsung beli barang itu meskipun ada uangnya. Pasti aku tahan-tahan dulu, sambil mikir dan ngerasa-rasain, suka banget gak sama barangnya? Kira-kira ada manfaatnya (biarpun dikit) gak kalau dibeli? Kalau emang ternyata suka dan ada manfaatnya, baru deh aku berani beli.