ASUS Zenbook 14 OLED (UM3402) Laptopnya Pengabdi #WorkFromAnywhere

ASUS Zenbook 14 OLED (UM3402)

Sekitar 11 tahun lalu, waktu pertama kalinya merasa butuh punya laptop, salah satu hal yang aku pertimbangkan adalah beratnya. Waktu itu, aku bahkan belum tau kalau pada akhirnya laptop itu bisa bawa aku punya kerjaan yang bisa dikerjakan di mana aja. Alasan cari laptop yang ringan ya sesimpel males aja gak sih bawanya kalau berat banget tuh? Beban hidup aja udah berat, yamasa laptop juga harus berat? Ngga dong yaaa...

Maka, saat itu, laptop berlayar 11,6" menjadi pilihan aku. Dulu, rasanya tuh ukuran layar laptop ngaruh juga ke berat laptopnya, iya gak sih? Yang 10" tentu lebih ringan lagi, tapi di aku, layarnya terlalu kecil. Jadi, laptop dengan layar 11,6" rasanya udah jadi pilihan terbaik saat itu.

Begitu juga ketika butuh beli laptop kedua, karena laptop pertama hilang, dicuri orang. Hiks. Laptop berlayar 11,6" masih jadi pilihan karena .. yaampun laptop 14" tuh berat-berat banget kenapa sih?

AWS Girls’ Tech Day: Perempuan, Yuk Kenal Dunia Teknologi Lebih Dekat!

AWS Girls' Tech Day 2022

Perempuan dan Teknologi.

Ngga sekali dua kali selalu dianggap “keren banget” setiap kali orang tau kalau sekarang aku kuliah dan ambil jurusan Sistem Informasi. Kadang agak malu karena rasanya sih ya biasa aja. Bukankah semua jurusan kuliah punya tingkat kerennya masing-masing? hehe.

Tapi tentu bukan tanpa alasan ya orang-orang banyak berpikir kaya gitu. Setelah aku cari tau lebih jauh, ternyata jumlah persentase perempuan yang ambil jurusan seputar iptek emang masih sekitar 30% aja di tahun 2021. Itu pun, ketika lulus belum tentu para perempuan yang jumlahnya sedikit ini lanjut kerja di bidang iptek. (sumber: dw.com, 2021)

Maka, ngga berlebihan rasanya kalau kesenjangan gender di bidang teknologi saat ini sudah masuk kategori krisis karena gap antara pekerja laki-laki dan perempuan di bidang teknologi memang masih cukup jauh.

Ketika Biaya Premi Asuransi Bisa Kita #AturSendiri !


Beberapa bulan lalu, sempat shock mendengar kabar saudara jauh yang ternyata harus berpulang terlebih dulu. Kabar terakhir yang aku tau, beliau terkena penyakit yang cukup serius, diabetes. Penyakit yang sebetulnya cukup menghantui hidupku juga sih, karena Ibuku juga seorang survivor diabetes. Kembali ke saudara jauhku itu, umurnya bisa dibilang masih muda. Divonis kena diabetes sekitar 2 atau 3 tahun lalu. Pernah sempat masuk ICU, tapi beliau bertahan. Sejak itu, setauku, beliau rajin check up ke dokter.

Makanya aku cukup kaget saat dapat kabar beliau berpulang. Lebih kaget karena ternyata beliau berpulang dengan meninggalkan anak-anak yang masih kecil. Anak ketiganya bahkan baru aja lahir 11 hari sebelum beliau berpulang. Sedih. Tapi kita bisa apa selain berserah? Di lain kesempatan, aku mendapati kenyataan lain tentang beliau dari saudara terdekat. Ternyata, selama ini beliau ada kesulitan dalam hal keuangan tapi gak pernah mau merepotkan siapa-siapa. Kondisi beliau yang sakit-sakitan, tentu juga berpengaruh banyak ke berkurangnya pendapatan. Sementara, pengeluaran terus bergulir. Stress? Ya udah pasti, sih. Di sini bahayanya. Saat stress, keinginan buat makan atau minum sesuatu yang gak boleh (a.k.a yang manis-manis) itu udah pasti meningkat, diperparah dengan kondisi malas minum obat, paket komplit!

My Skincare Journey: Akhirnya Nyobain ERHA TruWhite Activator C Serum! Gimana Hasilnya?

ERHA TruWhite Activator Series Review

Ecieee, Rani bahas-bahas skincare :p Eitss, jangan salah. Biarpun masuk jajaran cewek maskulin, gini-gini aku udah lumayan rajin lho kalau soal ngerawat muka. Gak sampai perawatan ke salon sih, apalagi sampai aplikasiin 10 step skincare, gak kuat akutu. wkekeke. Udah bisa rutin setiap hari double cleansing aja aku udah bangga karena sebelumnya ya aku mana paham soal double cleansing.  Aku taunya bersihin muka itu ya cukup dengan cuci muka aja pakai facial wash. Pun termasuk penggunaan sun screen, dulu mana ngerti kalau pakai sun screen itu hukumnya WAJIB! Hehehe.

Jadi, perjalananku sama skincare itu dimulai dari, cuma cuci muka terus pakai moisturizer. Kemudian naik kelas dengan ditambah pakai sun screenSetelah sekian lama, baru deh mulai rutin double cleansing pakai micellar water sebelum cuci muka pakai facial wash. Tapi seringnya aku double cleansing cuma malam aja sih, sebelum cuci muka pas mau tidur.

Setelahnya, aku baru naik kelas lagi itu sekitar 6 bulan lalu. Mulai cobain rutin pake toner setiap kali selesai cuci muka, sebelum aplikasiin krim. Sejauh ini, aku ngerasa wajahku jadi keliatan tambah seger juga lembab setiap selesai aplikasiin toner. Sebelumnya sih kerasa agak kering gitu tiap abis cuci muka.

Deteksi Gejala Penyakit Kini Lebih Mudah Dengan SehatQ.com


Deteksi Gejala Penyakit Kini Lebih Mudah Dengan SehatQ.com

Jarang sakit, tapi sekalinya sakit pasti rewel, itulah AKU. Hehehe. Kata ibu, dari kecil aku emang jarang banget sakit dan itu berlangsung sampai aku dewasa. Tapi makin sini, kerasanya kok malah makin gampang sakit, huhu. Entah faktor usia yang makin bertambah angkanya atau emang faktor akunya aja yang kurang bisa jaga kesehatan.

Secara sadar, aku mengakui sih kalau gaya hidupku emang masih jauh dari kata hidup sehat. Masih suka banget sama makanan-makanan ngga sehat, masih hobi cemal cemil, kurang olahraga, dan masih suka begadang. Hal-hal itu masih mendominasi, meski dicoba terus buat dikurangin.

Efeknya, yang paling sering aku rasain itu jadi gampang banget yang namanya masuk angin dan sakit kepala. Kadang, kalau pas sakit kepalanya kambuh, aku tuh suka kepikiran macam-macam. Kaya takut kena sakit yang serius gitu, lho. Apalagi kalau sakit kepalanya intens banget yang sampai berhari-hari.  Udah ngga kehitung berapa kali meniatkan diri buat periksa ke dokter, tapi masih belum juga sampai sekarang. Karena aku merasa sakit kepalanya emang masih bisa ditanganin pake obat warung. (obat warung= obat yang dijual bebas di pasaran maksudnya ya, hehe)

Weekend Getaway CFD Sambil Kulineran di Bogor Bareng OPPO Reno


Weekend Getaway CFD Sambil Kulineran di Bogor Bareng OPPO Reno

Weekend? Apa itu weekend? Sejak kapan Rani kenal yang namanya weekend? Wkekeke. Tentu aja sejak resmi menyandang status jadi anak kantoran dong! #cieee Aku emang belum banyak cerita ya di blog ini kalau selama hampir 4 bulan terakhir ini aku ngantor. Nanti ya aku ceritain lengkapnya. Yang jelas, selama ngantor otomatis hidupku kembali berjalan normal. Tidur malam dan bangun pagi, ngga kebalik lagi :)

Tapi, dampaknya, setiap libur kerja alias weekend aku selalu menghabiskan hari buat ZzZzzZ alias tidur. Nyaris seharian di Sabtu dan Minggu kerjaanku cuma tidur dan makan, huhu.

Awalnya sih OK OK aja, tapi lama-lama kok berasa ngga faedah juga kalau tiap weekend cuma dipakai buat tidur. Tapi gimana dong, setiap weekend rasanya tubuh melemah dan kasur terasa semakin posesip! Hehe Cuma emang kasian Ibu kalau tiap weekend kerjaanku cuma tidur, sementara Ibu inginnya diajak pergi. Yaaa minimal diajak CFDan lah ke Taman Sempur, senam-senam lucuk gitu. Akhirnya, hari Minggu (7/7) lalu aku menekadkan diri buat ngajak Ibu CFDan sambil kulineran. 

Menengok Keseruan Festival Literasi Sekolah 2019


Halo hai Kawanii, akhir bulan Juli lalu, tepatnya di hari Jumat, 26 Juli 2019, aku berkesempatan untuk hadir di acara pembukaan Festival Literasi Sekolah 2019. Bertempat di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, sekitar jam 10 pagi acara resmi dibuka secara langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Muhadjir Effendy. Dalam sambutannya, pak menteri sempat bilang kalau tingkat literasi di Indonesia ini masih sangat rendah. Hmm, rasanya ini bukan kali pertama aku dengar pernyataan ini.

Iya kah mayoritas orang Indonesia ngga suka baca? Tapi, masih menurut pak menteri, justru kalau soal membaca Indonesia ini udah bisa dibilang sangat baik. Indonesia sudah masuk dalam kelompok gemar membaca hanya saja tingkat pemahamannya yang masih belum baik. Dari sini, aku mulai paham satu hal, kalau ternyata yang dimaksud literasi itu bukan sekadar membaca dan menulis tapi lebih ke kemampuan seseorang untuk mengerti dan memahami apa yang dibaca. Dengan pemahaman yang baik tentu akan jadi “modal” yang bagus untuk seseorang.

Seperti yang aku kutip dari Wikipedia, National Institut for Literacy menjelaskan bahwa “literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan , keluarga, dan masyarakat” Kalau gitu, seharusnya literasi bukan lagi jadi satu hal yang asing buat kita ya? Karena pada dasarnya literasi udah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, cuma ya itu perlu ditingkatin lagi aja.

Properti Ini Sangat Potensial untuk Dikembangkan di Bogor

Foto dari Wikipedia

Bogor menjadi salah satu wilayah penyanggah Ibukota dengan nuansa berbeda dan syarat dengan beragam fasilitas penunjang kehidupan. Selain dua faktor tersebut, Bogor juga menyediakan beragam lahan investasi yang dapat digeluti oleh masyarakat.

Sama seperti di Ibukota, sektor properti adalah sektor paling potensial yang diketahui dapat sangat menguntungkan.

Tidak heran, banyak developer proyek-proyek rumah dijual di Bogor atau properti lainnya yang secara masif mengembangkan pilihan hunian di Bogor. Apa lagi ditambah permintaan hunian di Bogor yang tidak pernah sepi peminatannya.

Airy dan Perannya Dalam Pemberdayaan Ekonomi Daerah


Airy dan Perannya Dalam Pemberdayaan Ekonomi Daerah

Halo hai Kawanii, biasanya apa sih pertimbangan kalian dalam memilih hotel saat traveling? Kalau aku, yang pertama tentu harganya, harus banget sesuai budget, biasanya sih aku nyari yang sekitar 200rbuan. Yang kedua baru lokasi, yang sebisa mungkin dekat ke tempat wisata atau minimal gampang di akses (ada di Gmaps, hehe). Soal fasilitas sih aku ngga terlalu mikirin amat, yang penting bisa buat mandi dan tidur. Yang artinya, tempat tidur dan kamar mandinya haruslah OK. Gak perlu WOW banget yang penting nyaman dan tentu aja bersih. Staf hotel ramah? Wah, kalau itu sih anggap aja bonus! Wehehehe.

Nah ternyata, pertimbangan aku dalam memilih hotel sejalan dengan hasil riset dari Katadata.co.id. Kayanya respondennya anak-anak millennials macam aku semua nih :p Hasil riset menyebutkan, sebesar 91% wisatawan memilih budget hotel karena harga kamarnya, 71% karena lokasinya strategis, 59% dari kebersihan kamarnya, 48% kenyamanan tempat tidur, dan 43% kebersihan dan kelengkapan kamar Mandi. Intinya, sebagian besar orang milih hotel PASTI berdasarkan HARGAnya dulu.

Ketika Naik Haji dan Umroh Bukan Lagi Sekadar Mimpi

Ketika Naik Haji dan Umroh Bukan Lagi Sekadar Mimpi

Halo hai Kawanii, terkadang ada sedikit rasa nyesel karena dulu sempet “menolak” waktu diajak ikut umroh sama Ibu. Tentu bukan tanpa alasan kenapa waktu itu nolak. Pertama, aku ngga tega ninggalin almarhum Bapak sendirian banget di rumah. Kedua, pengennya pergi umroh nanti aja pakai uang sendiri. Ketiga dan paling penting, waktu itu merasa belum cukup baik buat jadi tamu Allah di tanah suci. Pun mungkin memang sebetulnya hal paling mendasar itu karena ya belum niat aja.

Seperti yang sering orang-orang bilang “Innamal a’maalu binniyah” Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya. Jadi niat itu memang jadi salah satu hal penting, macam jadi pondasi awal gitu lah kalua diibaratkan bangun rumah mah. Nah, sayangnya niat yang hadir berbarengan dengan rasa ragu yang juga ikut hadir. Sempet terlintas dipikiran “Beneran bakal bisa ngga ya suatu saat nanti pergi umroh atau bahkan naik haji sama Ibu?”

Intip Inspirasi Dari 9 Pemenang XL #AsliJago The Winners League



Halo hai Kawanii, walaupun bukan (atau belum?) jadi bagian dari pelaku bisnis, tapi ngga ngerti kenapa dari dulu aku seneng banget setiap kali bisa nyimak sesi sharing dari para pelaku bisnis, khususnya dari para pelaku bisnis UMKM. Karena seringnya, ceritaan teman-teman UMKM itu unik-unik dan punya spiritnya masing-masing yang tentu aja mudah menular. Itu karena biasanya, pelaku bisnis UMKM ini memulai bisnis mereka dari mimpi, dan juga hobi. Sering banget merasa terpukau sama ceritaan mereka yang memulai bisnisnya dari hal-hal yang mereka sukai. Itu sih kuncinya menurutku, selain tentunya dibutuhkan juga keberanian untuk memulai.

Spirit dan inspirasi itu kembali aku temui di acara Business Sharing bersama XL Business Solutions, Rabu (24/04) lalu. Bertempat di Kantorku Coworking Space, acara bisnis sharing ini sebetulnya ditujukan untuk para pemenang #AsliJago The Winners League. Awalnya, aku tuh juga bingung #AsliJago The Winners League ini tuh apa sih? Ternyata, setelah dijelaskan lebih jauh, #AsliJago The Winners League ini adalah sebuah kompetisi khusus UMKM yang diadakan oleh XL Business Solutions. Dalam hal ini, XL ingin mendukung para pelaku bisnis UKMK untuk mengembangkan bisnisnya ke skala yang lebih besar.

Ketika Perempuan Saling Berbagi Kekuatan

Lactacyd #ShareYourPower

Halo hai Kawanii, kalau kubilang semua perempuan terlahir kuat, kalian setuju ngga? Setuju dong? Setuju kan? Iya kan? Kan? Kan? *maksaa :p Semoga sih banyak yang setuju ya. Karena menurutku, semua perempuan itu memang terlahir untuk menjadi kuat. Kalaupun ada perempuan yang merasa lemah, itu hanya karena dia belum menemukan kekuatannya aja.

Men temen tentu hafal dong ungkapan "The power of emak-emak?" Di mana saat para emak bersatu, bisa menciptakan sebuah perubahan. Ya, walaupun ngga jarang, ungkapan itu digunakan untuk sarkasme sih. Heuheu. Tapi, mari kita lihat dari sisi yang positifnya aja. Yaitu, bahwa seorang emak a.k.a perempuan sejatinya itu punya power alias punya kekuatan.

Seringkan denger cerita seorang emak yang berhasil besarin beberapa anaknya seorang diri? Harusnya itu aja cukup sih ya buat membuktikan kalau sesungguhnya perempuan itu kuat. Sayangnya memang tidak semudah itu mengubah pemikiran kuno bahwa "Laki-laki kuat. Perempuan lemah"

5 Kuliner Suryakencana Yang Wajib Kamu Coba!

5 Kuliner Suryakencana Yang Wajib Kamu Coba!

Halo hai Kawanii, Sebagai orang yang lahir dan besar di Bogor coret, selalu ngerasa seneng dan bangga setiap kali ada teman luar Bogor yang bilang kalau makanan di Bogor tuh enak-enak dan ngangenin kaya aku :p Sebut aja Toge Goreng, Soto Mie, Asinan Bogor, Roti Unyil, Lapis Talas, semua rasanya sedap-sedap.

Di Bogor sendiri, ada banyak banget sentra kuliner yang bisa dicoba. Ada Pandu Raya, Bangbarung, Taman Kencana, juga di sepanjang jalan Pajajaran.

Kalau aku sendiri, tempat paling favorit buat kulineran di Bogor ada di kawasan Suryakencana. Suryakencana ini bisa dibilang Chinatown-nya Kota Bogor. Sepanjang jalan Suryakencana sampai Gg. Aut, melimpah ruah penjaja makanan bak surga kuliner. Tinggal pilih aja mau makan apa, semua makanan dijamin enaaak.

Tentang Mimpi Receh Yang Harus Segera Terwujud!

Tentang Mimpi Receh Yang Harus Segera Terwujud!

Halo hai Kawanii, setelah sukses men-checklist mimpi receh ingin makan Mie Aceh di Acehnya langsung di akhir tahun 2017 lalu. Tahun ini, cita-citaku ingin menuntaskan 1 mimpi receh yang masih belum juga terwujud, yaitu makan Pempek Palembang di Palembangnya langsung. Hiks

Sebetulnya, sebelum bercita-cita ingin sampai di Aceh, aku lebih dulu ngebet ingin sampai ke Palembang. Tapi, kalau ke Aceh aku punya tujuan lain, yaitu ingin ke Sabang (ke titik 0 KiloMeter). Kalau ke Palembang, murni cuma mau nuntasin cita-cita yang udah aku cetuskan sejak bertahun-tahun lalu itu: makan pempek Palembang di Palembangnya langsung! Sungguhlah cita-cita receh yang wujudinnya ngga bisa pake receh sama sekali. Bisa sih mungkin, kalau recehnya segunung. WKWK~

Meskipun entah udah berapa banyak orang yang bilang, "Pempek di Palembang itu ngga seenak Pempek di Jakarta atau Bogor, Ran". Katanya, Pempek di Jakarta atau Bogor itu bumbu racikannya udah disesuaikan sama lidah orang Jawa. Hmm, kalau menurutku, perkara enak atau ngga enak ini cuma soal kebiasaan aja sih.

Ada Apa Aja Di Acara Hijab Celebration Day 2019?


Hijab Celebration Day 2019

Halo hai Kawanii, siapa yang baru tau kalau setiap tanggal 01 Februari diperingati sebagai World Hijab Day atau hari hijab sedunia? Jujur ya, aku sih baru tau soal World Hijab Day ini gara-gara liat info di Instagramnya HIJUP tentang acara Hijab Celeberation Day 2019, acara ini digelar dalam rangka perayaan World Hijab Day tersebut. Terus, aku kepo deh tuh soal World Hijab Day, yang mana sebetulnya aku juga agak bertanya-tanya, kenapa pake hijab aja segala ada "perayaannya?"

Yang ternyata, tujuan dari gerakan atau movement World Hjab Day ini tuh bagus banget lho. Yaitu, untuk memberikan pengalaman bagi seluruh perempuan (Seluruh; Tidak berbatas agama maupun latar belakang) di dunia untuk mau mencoba memakai hijab dalam satu hari itu (01 Februari). Gerakan ini murni untuk kasih pengalaman ke orang-orang agar tau rasanya menggunakan hijab, juga untuk mendorong penilaian yang lebih positif lagi terhadap perempuan berhijab, terkhusus di luar negeri ya.

Kalau di Indonesia, Alhamdulillah, perempuan bisa menggunakan hijab secara bebas tanpa perlu takut dicurigai macam-macam. Tapi, kalau mengingat ceritaan tentang sulitnya berhijab di Indonesia waktu dulu (btw, aku ngga mengalami masa sulit ini, jadi tadinya ngga tau kalau dulu bahkan penggunaan jilbab sempat dilarang di Indonesia), rasanya pake hijab itu memang perlu dibikin "perayaannya". Terlebih, ngga semua orang dapat kemudahan buat berhijab, beberapa ada yang butuh perjalanan panjang dan berliku sebelum memutuskan untuk berhijab, bukan?

Rekomendasi Handphone Full Display Screen Terbaik

Rekomendasi Handphone Full Display Screen Terbaik

Tempat jual handphone saat ini ngga cuma bisa kita temukan secara offline tapi juga online. Mudah sekali untuk menemukan toko yang jual handphone secara online. Jadi, kalau teman-teman ingin beli handphone, sekarang udah bisa melakukannya dengan mudah. Tinggal pilih handphone seperti apa yang ingin dibeli dan langsung cari di toko online.

Produk handphone yang beredar saat ini semakin canggih dan modern. Seiring dengan perkembangan jaman, handphone yang bisa kita temukan di pasaran dibekali dengan teknologi dan fitur yang semakin canggih. Selain fitur yang canggih, produk handphone jaman sekarang juga hadir dengan desain yang sangat stylish salah satunya terlihat dari desain layar dengan tampilan penuh atau full display screen.

#WaktunyaHijrah Bareng Sasha Halal Toothpaste

#WaktunyaHijrah Bareng Sasha Halal Toothpaste

Halo hai Kawanii, Kalau bahas soal hijrah, apa sih yang terlintas dibenak teman-teman? Sulit? Berat? Atau, malah belum siap? Mungkin, apa yang kalian pikir tentang hijrah, sama seperti yang aku pikir sebelumnya. Hijrah itu sulit, kalau aku yang pecicilan ini tetiba harus bersikap lemah lembut. Hijrah itu berat, kalau aku yang biasa bergaya casual tetiba harus bergaya manis dengan gamis dan kerudung menjuntai. Hijrah itu... Ah rasanya belum siap deh, kayanya belum pantas juga buat hijrah, masih sering bikin dosa gini :(

Aku yakin kok, bukan cuman aku satu-satunya orang yang mikir kaya gini *antara maksa sekaligus nyari temen :v Karena terperangkap dipemikiran kaya gini, akhirnya kita (?) stuck di tempat yang sama. Lalu mulai bertanya-tanya, kenapa kok hidup begini-begini aja, ngga ada progress-nya sama sekali. Huhu. *curhat-detected Iyasih, ini mah aku aja. Kalau kalian ngga begitu mah ya alhamdulillah. Tapi, kalau kalian pernah atau malah saat ini berpikir kaya gitu, mari kita sama-sama hempasss pemikiran itu, karena itu adalah pemikiran yang salah tentang hijrah.

Harapan Itu Bernama: Kartu Indonesia Pintar

Harapan Itu Bernama: Kartu Indonesia Pintar

Halo hai Kawanii, buat aku, dunia anak-anak itu terasa sangat menyenangkan. Makanya, kusenang banget waktu pindah rumah, dan punya banyak teman baru, anak-anak semua. Semua? Yup! Karena ada banyaaak. Aku pindah ke daerah padat penduduk, jadi di sini ada banyak banget anak-anak. Sesekali waktu, aku suka ajak mereka main ke rumah.

Tapi, cuma bisa sesekali aja, karena kalau tiap hari, nanti aku jadi anak-anak betulan, karena mereka itu kerjaannya sepanjang hari cuma main! Wkwk. Selain sekolah tentunya, tapi memang ada beberapa anak yang belum masuk usia sekolah. Jadi, sehari-harinya "kerjaan" mereka beneran cuma main.

Bermain itu emang jadi salah satu hak anak nomor 1 sik ya. Yang keduanya, pendidikan. Makanya, kusuka sedih kalau ada yang ngga bisa sekolah. Eh, tunggu deh. Emang jaman sekarang masih ada anak-anak yang ngga bisa sekolah? Bukannya sekolah sekarang bisa gratis? Terkhusus buat anak-anak yang terkendala biaya? Setelah ngobrol-ngobrol sama bibi aku (adiknya Ibu), yang seorang anggota PKK di daerah rumahnya, dan sering dapat tugas ngedata, jawabannya cukup mencengangkan.

Mengintip Rahasia Dibalik Koleksi Boneka

Mengintip Rahasia Dibalik Koleksi Boneka

Anak perempuan itu identik dengan koleksi boneka. Entah itu boneka lucu atau boneka feminin seperti Barbie, tergantung selera dan usia. Kalau aku sendiri, mulai hobi koleksi boneka baru beberapa tahun lalu. Itu pun, sebenarnya cuma buat menuhin ego masa kecil yang belum tuntas aja sih. Muehehe.

Jadi, dulu tuh kan kalau liat tayangan kamar anak-anak di Tv, di tempat tidurnya tuh suka berjejer banyak boneka gitu kan ya. Nah, aku tuh aslinya kepengin bangettt punya banyak boneka gitu juga di kamar. Tapi, aku ngga berani bilang ke orangtua, soalnya kalaupun bilang belum tentu juga dibeliin. Wkwk. Atau walaupun bilang, paling banter juga dibeliin satu bijik. Yakali kan, orangtua aku pasti mikirnya, buat apaan punya boneka banyak-banyak? *udah yakin mereka akan mikir kek gini

Akhirnya, setelah dewasa *cielah tepatnya setelah punya penghasilan sendiri, baru deh tuh aku mulai cicil mencicil beli boneka. Dan karena sukanya Doraemon, jadi ya aku belinya boneka Doraemon. Tapi, buat Doraemon ini aku ngga cuma koleksi boneka aja sih, aku juga koleksi beberapa barang bermotif Doraemon.

Bandung Plan-Trip: 5 Hal Yang Mau Aku Lakuin Kalau Ke Bandung Lagi

 5 Hal Yang Mau Aku Lakuin Kalau Ke Bandung Lagi

Halo hai Kawanii, Woaaah~ Rasanya udah berjuta abad nih ngga bikin plan-trip ke Bandung. Terakhir ke Bandung, November tahun lalu. Artinya, bulan ini, genap 1 tahun aku belum ke Bandung lagi. Terasa seperti prestasi, bukan? :s

Buat orang yang SANGAT terobsesi dengan Bandung, jelas ini adalah sebuah prestasi. HAHA. Aslinya sih, selama setahun ini, udah ngga kehitung berapa kali aku menahan diri buat ngga ke Bandung. Alasanya cuma satu, aku memang lagi menantang diri sendiri, buat ngga pergi ke mana-mana dulu (termasuk ke Bandung), kalau bukan karena urusan kerjaan. Jadi aturannya, aku harus nunggu ada event atau apalah gitu, baru boleh ke Bandung.

Sebetulnya, pas bulan Oktober kemaren, aku ada tawaran kerjaan yang bisa bawa aku ke Bandung. Tapi, ngga ngerti kenapa, waktu itu aku sempet agak blank mau ngapain aja nanti di Bandung. Kok, rasanya semua tempat yang pengin aku datangin di Bandung, udah aku datangin semua. Mau ke mana lagi cobak? *soumbong :p